Customer jarang berbelanja via website, ditutup tidak ya?

Pastinya ada ya yang sedang mengalami hal ini?

Sudah punya website toko online, tapi customer lebih suka berbelanja via chat langsung.

Setiap kali promosi atau beriklan padahal sudah diarahkan ke alamat website, tapi tetap saja customer ogah. Sampai-sampai kita beri promo, bagi setiap customer yang berbelanja via website otomatis bakal dapat diskon. Tetap saja, order masih lebih banyak datang dari chat (WA/Line/BBM). Kenapa sih?

 

Alhasil, setiap customer belanja, mulailah kepo. Bertanya-tanya ke customer, kenapa tidak belanja di website saja? (pengalaman pribadi, hehe). Ada yang jawab males ribet lah, lebih sreg kalo ngobrol langsung sama CS atau alasan lainnya. Lalu, perlukah website toko online dipertahankan? Atau lebih baik ditutup saja dan cukup berjualan via sosial media atau marketplace?

 

Jika hal ini sedang mengganggu Anda, maka jawabannya adalah:

Tetap pertahankan website toko online Anda.

Berikut ini beberapa alasannya:

 

·         Website dapat menambah kesan profesional

Ekstensi .com, .co.id atau lainnya tentunya membuat kita lebih pede saat berhadapan dengan customer.

Contoh: “Halo, Kak. Produk lengkap kami dapat dicek secara langsung di ......com.” (bukankah lebih keren?)

Ibarat orang yang berangkat kerja, bukankah memakai seragam, blazer, jas, atau kemeja plus dasi terlihat lebih profesional dibandingkan dengan orang yang berangkat hanya mengenakan kaos? Seperti itulah manfaat website bagi toko online.

 

·         Website dapat meningkatkan kepercayaan customer

Jika Anda tidak percaya, coba saja saat Anda tengah mengalami hal ini.

Saat kita sedang mencari barang lewat online dan menemukan ada 2 orang seller yang menjual barang tersebut dengan harga sama.

Penjual 1 memasang katalog barang tersebut di website toko onlinenya dengan rapi. Tertulis  deskripsi produk yang jelas dan terdapat rating yang telah diberikan oleh customer sebelumnya.

Penjual 2 memasang katalog barang di Facebook.

Mana yang Anda percaya untuk menerima uang Anda?

Tentunya Penjual 1.

 

·         Setiap bisnis harus punya “kantor pusat”

Tak peduli seirit apapun memiliki toko online di sosial media gratisan. Tak peduli segampang apapun membuka toko online di marketplace, belum lagi promo-promo diskon atau gratis ongkir yang sedang marak saat ini. Tetap saja kita harus ingat bahwa kita hanyalah “menumpang”. Kita harus tunduk dengan semua peraturan yang dimiliki oleh si empunya rumah, entah itu menguntungkan atau merugikan bagi toko online kita. Bahkan toko online kita harus siap dengan resiko diblokir atau dihapus begitu saja, saat bertentangan dengan peraturan.

Berbeda halnya saat kita memiliki website toko online sendiri, semua peraturan kita sendiri yang membuat. Tidak perlu was-was. Bahkan jika sampai ada kejadian buruk seperti toko online kita diblokir atau dihapus di marketplace atau sosial media, kita tidak akan begitu kelabakan karena masih memiliki “kantor pusat”.

 

·         Website lebih mudah terdeteksi oleh Search Engine

Saat kita bersaing untuk memperebutkan posisi halaman pertama di Search Engine (Google) dengan kata kunci tertentu, memiliki website merupakan suatu keuntungan. Website akan lebih mudah muncul di halaman-halaman awal dibanding sosial media.

 

Semoga bermanfaat!

RECENT POST

By | June 24th, 2017
By | June 21st, 2017
By | June 20th, 2017
By | June 15th, 2017
By | June 12th, 2017
By | June 9th, 2017

contact us

GET IN TOUCH

If you've got any question or feedback, just drop us a line

SUBSCRIBE

Enter your email address to get the latest news and special events